Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Tumbal Sembuh

Ternyata..., kemarin hanyalah kebisingan tanpa makna yang kamu kumandangkan. Tak ada alasan yang layak, selain hanya ingin mewujudkan kesenanganmu. aku tak mengetahui luka apa yang kamu lalui dimasa lalu, hingga kamu memilih sembuh lewat luka orang lain. Aku, adalah luka itu. Luka yang tumbuh menghancurkan pemiliknya. Menjadi mimpi buruk di tiap malamnya, menjadi kelabu di langit birunya, menjadi sendu di indah hari-harinya. aku tak mengetahui seberapa berisik pikiranmu dimasa lalu, hingga kamu merasa nyaman merendamnya lewat tangis orang lain. sudahkah kamu temukan sembuh itu? bukankah aku sudah menjadi tumbal atas sembuh yang kamu cari? 

Rajaku

Bagaimana bisa aku bermimpi tentang pangeran yang setia dengan satu putri,  jika aku memiliki raja yang mempunyai banyak selir. Suatu waktu aku menggialai takdirku, karna didalamnya ada kamu. Kuletakkan perasaanku ditanganmu, karena kukira kamu takkan menjadi gila seperti raja yang tak cukup dengan satu mahkota. Namun...., ternyata aku salah.

Pandangku hanya Menyukaimu

Pada patahan-patahan itu apakah kamu mendengar berisikku? andai rindu ini bersuara pasti dia akan menjadi yang paling berisik pada patahan itu tidak akan kamu temukan, temukan bahwa kamu pemeran antagonisnya pandangku hanya diatur untuk menyukaimu jika kamu tanya padaku tentang tidaknya aku menahanmu untuk pergi aku hanya tidak akan memaksa seseorang bersamaku dengan banyak kurangnya aku karena bahkan jika reingkarnasi itu ada aku akan tetap memilihmu

Berisik tak Digaungkan

Ada berisik yang tak harus aku gaungkan ,  seperti suara-suara yang hanya menambah bising tanpa makna. tidak semua yang terasa harus disampaikan. kemudian membiarkan yang perlu tetap terdengar, dan meredam yang hanya membawa kebisingan tanpa arah.