sempurnanya
Direngkuh dengan sebegitu hebatnya, hingga dunia terasa lebih ringan. Kasih ini tidak menekan, tidak membuatku resah, hanya tawa yang tiba-tiba mekar, dan senyum yang tiba-tiba singgah. Aku bahagia, seolah hari-hariku adalah musim semi, seolah setiap katanya adalah cahaya pagi. Namun, dari sempurnanya rasa yang kuterima, ada satu ruang yang tetep kosong. Tetap hampa tak terisi oleh rasa. Segalanya ini indah, tapi bukan milikku. Aku hanya senyum yang singgah, bukan hati yang benar-benar terikat. Aku...., hanya penonton yang tersenyum, bukan pemeran yang jatuh hati.