Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Menyukai bunga

Aku menyukai bunga dan selalu aku ingin memilikinya.  Namun, saat ini baru kusadari bahwa tak semua bunga yang kusukai harus kumiliki.  Ada bunga yang aku sukai hanya bisa dipandang keindahannya, tanpa perlu aku memmetiknya.

Aku Terlalu Tamak

Ada beberapa batasan yang tidak bisa aku lewati dari diriku. Namun, sebaliknya ke tidak mampuanku mengangkat kembali hati yang sudah teramat ku jatuhkan. Ini membingungkan, dan pada hal itu aku tidak ingin melibatkanmu pada kebingunganku kedepannya. Aku memilih untuk tidak melanjutkan perjalanannya, aku memilih menyendiri untuk menyadari, menepi untuk menyepi. Aku terlalu tamak menginginkan sesuatu yang utuh untukku. 

Apakah aku harus tetap tinggal?

Apakah aku harus tetap tinggal? pada rumah yang ruang-ruangnya pun tak disediakan untukku. Yang belum kamu rapikan agar aku bisa merasa benar-benar berada di dalamnya. Rumah yang memaksaku menjadi sosok pemilik sebelumnya.   Aku dulu berpikir, selama rumah itu adalah kamu, selama ada kamu di suatu tempat, aku pasti mampu menjadi apa pun yang kamu mau. Aku ingin selalu berada di tempat yang ada kamunya. Tapi nyatanya, aku tak pernah nyaman menjadi orang lain.   Dan setiap kali aku berusaha, pertanyaan-pertanyaan ini selalu muncul di benakku:   Apakah yang kamu inginkan adalah dia, atau aku yang menyerupai dia?   Apakah yang kamu inginkan adalah dia, atau sosoknya yang harus ada dalam diriku?   Dan jika yang kamu inginkan memang dia, mengapa kamu membuatku tetap tinggal? Pada akhirnya, aku menyerah. Aku tak bisa tetap tinggal. Aku sadar bahwa yang kau inginkan bukan aku. Aku punya esensi sendiri, yang mungkin akan lebih...

Tawanan Dadu

Aku pernah bertaruh pada takdir, menaruh semuanya pada satu nama. Rasanya seperti masuk kedalam perjudian. Kamu bisa menangis, namun tak pernah benar-benar menang. Sekalipun menang rasanya seperti berdiri ditengah perayaan yang bukan untukku. Karena pada meja taruhanku, kulihat dadu itu bergulir tanpa peduli harapan yang kurancang.  Dimeja taruhanku juga hadiah terbesar menjadi hadiah yang tak kuingingkan. Selayaknya pecandu perjudian, aku adalah tawanan dadu yang tak pernah bisa selesai pada permainan Sejujurnya, aku pun ingin diselamatkan. Aku ingin dikatakan layak tanpa harus terlebih dulu membuktikan bahwa aku pantas. Aku ingin seseorang berkata,   " kau cukup, bahkan ketika kau merasa tidak ".

Pengganti

Aku begitu bahagia saat kau mengizinkanku masuk ke dalam hidupmu.  Bahagia karena bisa menjadi bagian darimu, turut serta dalam halaman-halaman ceritamu. Namun, kebahagiaan itu ternyata keliru. Aku berpikir kita akan menulis kisah baru, sebuah cerita yang hanya milik kita berdua. Tapi yang kau inginkan bukan itu. Kau ingin mengulang kisah yang telah berlalu, dan aku hanyalah pengganti—sebuah bayangan dari masa lalu yang kau coba hidupkan kembali.