Tawanan Dadu

Aku pernah bertaruh pada takdir, menaruh semuanya pada satu nama.

Rasanya seperti masuk kedalam perjudian. Kamu bisa menangis, namun tak pernah benar-benar menang. Sekalipun menang rasanya seperti berdiri ditengah perayaan yang bukan untukku.

Karena pada meja taruhanku, kulihat dadu itu bergulir tanpa peduli harapan yang kurancang. Dimeja taruhanku juga hadiah terbesar menjadi hadiah yang tak kuingingkan.

Selayaknya pecandu perjudian, aku adalah tawanan dadu yang tak pernah bisa selesai pada permainan

Sejujurnya, aku pun ingin diselamatkan.

Aku ingin dikatakan layak tanpa harus terlebih dulu membuktikan bahwa aku pantas. Aku ingin seseorang berkata,  "kau cukup, bahkan ketika kau merasa tidak".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cahaya Gema Suara

Pengganti

Menyukai bunga