Tumbal Sembuh
Ternyata..., kemarin hanyalah kebisingan tanpa makna yang kamu kumandangkan.
Tak ada alasan yang layak, selain hanya ingin mewujudkan kesenanganmu.
aku tak mengetahui luka apa yang kamu lalui dimasa lalu, hingga kamu memilih sembuh lewat luka orang lain.
Aku, adalah luka itu. Luka yang tumbuh menghancurkan pemiliknya.
Menjadi mimpi buruk di tiap malamnya, menjadi kelabu di langit birunya, menjadi sendu di indah hari-harinya.
aku tak mengetahui seberapa berisik pikiranmu dimasa lalu, hingga kamu merasa nyaman merendamnya lewat tangis orang lain.
sudahkah kamu temukan sembuh itu? bukankah aku sudah menjadi tumbal atas sembuh yang kamu cari?
Komentar
Posting Komentar