Berdamai dengan Abadi

Banyak warna kutemui, namun semkain jelas tampak satu titik.

Setelah kuwarnai ribuan kali, titik hitam itu tetap menjadi sunyi yang paling lantang.

Titik yang tak pernah luluh, tetap menjadi pusat yang menelan segala warna.

Dan aku pun mengerti, ada luka yang memilih abadi.

Aku pun berdamai, bahwa abadi kadang berarti menerima yang tak bisa hilang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cahaya Gema Suara

Pengganti

Menyukai bunga